Minggu, 20 November 2011

Artikel Kenakalan Remaja(Tawuran Pelajar)

Aksi Tawuran Antar Siswa di SMK YP 17 Klakah Ditengahi Polisi

Aksi tawuran antarsiswaa terjadi di depan SMK Yayasan Pendidikan (YP) 17 Lumajang. Dalam insiden yang akhirnya ditengahi aparat kepolisian hingga belasan siswa berhasil diamankan ini, merupakan aksi balas dendam akibat dipicu pemukulan antar siswa

Dari informasi yang dihimpun Sentral FM Lumajang, dalam peristiwa yang terjadi, Sabtu (29/10/2011) lalu, puluhan siswa SMKN Klakah beramai-ramai mendatangi SMK YP 17 Lumajang saat jam pelajaran. Di sana, siswa SMKN Klakah mencari seorang pelajar sekolah yang didatanginya untuk membalaskan dendam akibat pertengkaran sebelumnya.

Siswa SMKN Klakah jadi korban pemukulan yang dilakukan siswa SMK YP 17. Dendam itulah yang membuat puluhan siswa SMKN Klakah kemudian mendatangi SMK YP 17 dan melakukan aksi keributan di depan sekolah tersebut.

Para siswa SMKN Klakah kemudian melakukan aksi ribut dengan menggeber gas motornya. Meski, mereka tahu SMK YP 17 dalam kondisi sepi karena sleuruh siswa berada di ruang kelas dan bahkan pintu gerbang tertutup rapat. Namun, insiden itu kemudian mengundang nasib apes dua siswa SMK YP 17 yang datang agak terlambat ke sekolahnya.

Mereka kemudian dikepung siswa SMKN Klakah dan menjadi sasaran aksi pemukulan siswa yang membuat gaduh di sekolahnya. Beruntung, aksi kekerasan tak berimbang karena dua siswa dikeroyok belasan siswa ini, diketahui pih ak sekolah, warga dan aparat kepolisian yang datang untuk mencegah aksi kekerasan itu.

Hingga, insiden kekerasan itu berhasil ditengahi dan belasan siswa penyerang ditangkap aparat Polres Lumajang. Menariknya, dua siswa yang menjadi sasaran aksi pemukulan, tidak tahu dengan maksud kedatangan siswa SMKN Klakah ini. Namun,mereka tetap saja mendapatkan bogem mentah yang beruntung berhasil ditengahi.

Terkait insiden kekerasan antarsiswa ini, AKP Kusmindar Kasat Reskrim Polres Lumajang mengatakan, jika peristiwa itu merupakan bentuk kenakalan remaja saja. Saat kejadian, pihaknya telah mengamankan 18 siswa SMKN Klakah dan 5 siswa SMK YP 17.

”Mereka dibawa ke Mapolres Lumajang untuk dilakukan pembinaan. Setelah itu, mereka akan diserahkan ke sekolah dan orangtuanya,” papar AKP Kusmindar kepada Sentral FM Lumajang. Dalam pembinaan yang dilakukan, masih kata AKP Kusmindar, jajaran Polres memberikan sanksi berupa pembinaan dengan membacakan Naskah Pancasila dan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Hanya saja, petugas mendapatkan fakta jika para siswa ini memang tidak menghafal kedua teks yang menjadi pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut. ”Mereka akan dibina sebelum diserahkan ke orangtua dan sekolahnya. Tujuannya, agar insiden serupa tidak terulang kembali dan para pelajar ini tahu tugasnya untuk menimba ilmu dan bukannya tawuran
.

SEBAB

Aksi tawuran tersebut terjadi disebabkan oleh aksi balas dendam akibat pemukulan antar siswa , hal ini menambah catatan buruk dalam sejarah pendidikan.

PERANAN GURU/SEKOLAH

Guru seharusnya lebih memperhatikan muridnya agar hal-hal tersebut tidak terjadi/ terulangi kembali.

Kejadian sepeti ini sangat merugikan orang banyak, karna merusak fasilitas umum dan sangat meresahkan warga yang berada ditempat tersebut.

Guru sangat berperan terhadap masalah tersebut. Guru harus mengerti masalah yang dialami oleh para siswa dan mengerti cara mengatasi masalah tersebut.

SOLUSI ATAU PENDAPAT SAYA

hal sepele jangan di bikin serius untuk apa kita berbuat tindak kekerasan dan itupun juga akan merugikan diri kita sendiri.lebih baik kita rundingkan dengan baik-baik.selain tidak akan membuat masalah baru juga akan menambah pertemanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar